(Hal 30)
Saat Abdurrahman bin Muljam berhasil
menikam Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, Al Hasan puteranya
menghampirinya seraya menangis. Duka anaknya disambut Ali dengan nasehat berharga.
“Wahai anakku, camkan empath al
dan empat hal lagi dariku.”
”Apa itu ayah?”
”kekayaan yang paling berharga adalah akal. Kefakiran yang paling besar adalah kebodohan. Sesuatu yang paling keji adalah sifat ujub (bangga diri), dan kemuliaan yang paling tinggi adalah akhlak yang mulia.”
”Lalu empat hal yang lagi apa
ayah?”
”Janganlah engkau bersahabat
dengan orang bodoh, karena ia akan memanfaatkan dirimu demi bahayamu. Janganlah
engkau bersahabat dengan pendusta, karena ia kan mendekatkan yang jauh dan
menjauhkan yang dekat kepadamu. Janganlah engkau bersahabat dengan orang yang
bakhil, karena ia akan mengabaikan kamu saat kau membutuhkannya. Dan janganlah
engkau bergaul denga orang yang suka melakukan dosa, karena ia akan menjual
dirimu dengan harga murah.”
Wallahu a’lam bishawab
1. Majalah Tarbawi, Edisi 002 Th.I, Rabiul Akhir 1420, 20 Juli 1999
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar