Memahami ‘Jarak’ Dalam Komunikasi[1][2][3]
(Hal-36) Jarak (distance) bisa
mendekatkan sekaligus menjauhkan. Karena, jarak bisa menciptakan rasa. Hubungan
berjarak, ketika ruang memisahkan orang-orang yang berkomunikasi, memang sebuah
persoalan. Ada kedekatan fisik yang hilang, namun ada kerinduan yang menjadi
energi tersendiri bagi sebuah hubungan. Selalu dekat secara fisik memang
memudahkan, tetapi juga berpotensi melahirkan kebosanan.
Ketika jarak menjadi tanda nonverbal, ukurannya pun menjadi relatif. Bukan soal jauh atau dekat, tetapi bagaimana kita mendudukkan jarak dalam sebuah konteks komunikasi secara tepat. Seperti melihat benda, dengan ukurannya yang beragam, hanya akan bisa kita lihat secara jelas dalam sebuah jarak tertentu. Logikanya, semakin dekat akan semakin jelas, tetapi ada batasnya. Lebih dekat lagi, bisa jadi benda itu justru kelihatan kabur dan kehilangan detail.
