Apa yang ada terlintas
dalam pikiran anda, saat kita mendengar anjuran agar kita berhusnu zann kepada Allah SWT?Husnu zann kepada Allah, memiliki banyak arti tentang
artinya berbaik sangka kepada-Nya.Di dalamnya termasuk rasa optimis memandanga
segala sesuatu berlandaskan sifat Allah Yang Maha Pemurah, Yang Maha Kasih,
Yang Maha Lembut, Yang Maha Pemaaf, Yang Maha Kuasa, dan lain sebagainya.Di
dalamnya juga termasuk semangat dalam bekerja, beramal shalih, beribadah.Dan
bahkan di dalamnya terkandung unsur jiwa yang pantang menyerah menghadapi
situasi apapun untuk terus berjuang dalam jalan-jalan kebaikan.
Menghadirkan
Husnu Zann dalam Hati Orang Beriman
Begitulah saudaraku, Husnu zann memang sangat luar biasa bila hadir dari hati
orang beriman.Ketika seorang hamba mendekat dan merunduk di hadapan Allah,
berharap agar amal taatnya diterima oleh Allah.Ketika itu, ia berhusnu zann kepada Allah SWT, bahwa Allah Maha Rahmah,
Maha Tahu, Maha Lembut, sehingga ia pun penuh harap bahwa ama-amalnya akan
diterima.Husnu zann, masih
menurut Imam Al Khitabi, hampir sama dengan sikap rojaa
(berharap positif) karena di sana ada unsur keyakinan pada ampunan serta
kemurahan Allah Swt. Al Khitabi mengatakan,“sesungguhnya orang yang berbaik
sangka kepada Allah adalah orang yang baik amalnya. Seolah ia mengatakan,
perbaiki amal kalian, berarti kalian berbaik sangka kepada Allah. Karena orang
yang buruk perbuatannya, berarti buruk prasangkanya kepada Allah.”