Minggu, 01 Desember 2024

Urgensi Pilkada Terhadap Dakwah

 

Urgensi Pilkada Terhadap Dakwah

Urgensi Pilkada Terhadap Dakwah
Urgensi Pilkada Terhadap Dakwah

 

(Hal-42) Pilkada adalah salah satu faktor yang mampu memajukan daerah dengan mengelola potensi-potensi yang tersedia di daerah, sebab selama ini dengan pengelolaan yang terpusat kurang mampu diberdayakan secara optimal. Dari situ pilkada menyimpan suatu harapan untuk optimalisasi pengelolaan sumber daya lokal yang memang tersedia dan belum di reoptimalkan itu.

Dalam konteks ini tentu dakwah akan mendapatkan manfaat seiring dengan optimalisasi sumber-sumber daya ini. Sebab dakwah konsepnya integralistik dan komprehensif misinya menyampaikan pesan Allah, mengajak manusia untuk memahami, mengimani, mengaplikasikan tuntunan dan pesan-pesan itu dengan dukungan sumber daya yang telah Allah sediakan. Pada akhirnya sumber daya itu dikhidmahkan untuk kemajuan meningkatkan martabat hidup manusia.

Sabtu, 30 November 2024

Melakukan Yang Lebih Penting

 

Melakukan Yang Lebih Penting

M Lili Nur Aulia

Melakukan Yang Lebih Penting
Melakukan Yang Lebih Penting


(Hal-62) “Setiap yang sedang merasakan kelezatan melakukan hal-hal yang sunnah, tapi datang kewajiban melakukan yang wajib, lalu ia tidak memutus kelezatannya dengan yang sunnah, maka di dalam melakukan sunnahnya itu telah tertipu.” (Sulaiman Ad Daraani)

Saudaraku,

Ada salah satu pemahaman yang harus kita ingat dan pegang, yaitu mengutamakan yang paling penting dari yang penting. Memutuskan dan mendahulukan suatu masalah yang paling diperlukan, dari yang sekadar diperlukan. Dalam ungkapan Arab, prinsip ini lebih dikenal dengan istilah fiqh Aulawiyat, pemahaman terhadap hal yang diprioritaskan.

Jumat, 29 November 2024

Penyimpangan Dakwah di Era Partai

 

Penyimpangan Dakwah di Era Partai

Penyimpangan Dakwah di Era Partai

Penyimpangan Dakwah di Era Partai


(Hal-04) Tak ada artinya Islam tanpa politik. Ungkapa tegas itu disampaikan ulama dakwah Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, Ketika menyimpulkan misi strategis aktivitas politik bagi dakwah Islam. Dan, dalam negara yang menganut system parlementer pembentukan partai politik menjadi saluran paling tepat untuk memberi warna perubahan. Menurut Qaradhawi, kemungkaran paling besar justeru ada pada lingkup kekuasaan.

 Karena pemerintahlah pihak yang paling bertanggungjawab memberi legitimasi ragam kemungkaran yang terjadi di masyarakat luas. Karenanya, gerakan dakwah, harus menguasai, minimal berperan menegakkan misi amar ma’ruf nahyul munkar  di dalam kekuasaan. Dan partai politik, merupakan salah satu solusinya yang paling realistis. Lebih lanjut, eksistensi dakwah di pentas politik, akan membuka banyak pintu kebaikan yang bisa dinikmati umat.

Minggu, 10 November 2024

Mukjizat Al Qur’an Dari Kisah Nabi Shalih AS

 

Mukjizat Al Qur’an Dari Kisah Nabi Shalih AS

Oleh Ir Abdeldaem Al Kaheel

 

Mukjizat Al Qur’an Dari Kisah Nabi Shalih AS
Mukjizat Al Qur’an Dari Kisah Nabi Shalih AS

(Hal-70) Nabi Shalih alaihissalam adalah utusan Allah Swt kepada kaum Tsamud yang pembangkangan serta kesombongannya sudah melampaui batas. Meski melewati batas, tapi Allah Swt tidak menghancurkan mereka secara langsung, melainkan dengan lebih dahulu mengutus seorang Rasul agar mereka bisa berpikir dan berdialog untuk menerima seruan tauhid. Itulah misi yang juga diemban oleh seluruh Rasul alaihissalam. Mereka datang dengan membawa ayat-ayat yang terang dan membantah dengan cara yang baik.

(Hal-71) Di antara Mukjizat nabi Shalih, adalah seekor unta betina, ayat mana yang bisa kita ambil untuk bisa mengungkap mukjizat tersebut? Apakah di balik pengulangan kata dalam ayat tentang Nabi Shalih ini, ada mukjizat yang tersembunyi?

Sabtu, 02 November 2024

Berbaik Sangka Kepada Allah SWT: Kunci Ketenangan dan Kebaikan Amal


Apa yang ada terlintas dalam pikiran anda, saat kita mendengar anjuran agar kita  berhusnu zann  kepada Allah SWT?Husnu zann  kepada Allah, memiliki banyak arti tentang artinya berbaik sangka kepada-Nya.Di dalamnya termasuk rasa optimis memandanga segala sesuatu berlandaskan sifat Allah Yang Maha Pemurah, Yang Maha Kasih, Yang Maha Lembut, Yang Maha Pemaaf, Yang Maha Kuasa, dan lain sebagainya.Di dalamnya juga termasuk semangat dalam bekerja, beramal shalih, beribadah.Dan bahkan di dalamnya terkandung unsur jiwa yang pantang menyerah menghadapi situasi apapun untuk terus berjuang dalam jalan-jalan kebaikan.

Berbaik Sangka Kepada Allah SWT_ Kunci Ketenangan dan Kebaikan Amal


Menghadirkan Husnu Zann dalam Hati Orang Beriman

Begitulah saudaraku,  Husnu zann  memang sangat luar biasa bila hadir dari hati orang beriman.Ketika seorang hamba mendekat dan merunduk di hadapan Allah, berharap agar amal taatnya diterima oleh Allah.Ketika itu, ia  berhusnu zann  kepada Allah SWT, bahwa Allah Maha Rahmah, Maha Tahu, Maha Lembut, sehingga ia pun penuh harap bahwa ama-amalnya akan diterima.Husnu zann,  masih menurut Imam Al Khitabi, hampir sama dengan sikap  rojaa  (berharap positif) karena di sana ada unsur keyakinan pada ampunan serta kemurahan Allah Swt. Al Khitabi mengatakan,“sesungguhnya orang yang berbaik sangka kepada Allah adalah orang yang baik amalnya. Seolah ia mengatakan, perbaiki amal kalian, berarti kalian berbaik sangka kepada Allah. Karena orang yang buruk perbuatannya, berarti buruk prasangkanya kepada Allah.”

Jumat, 01 November 2024

Warna Warni Keluarga Menyambut Bulan Puasa

 

Warna Warni Keluarga Menyambut Bulan Puasa

Oleh Edi Santoso

Warna Warni Keluarga Menyambut Bulan Puasa
Warna Warni Keluarga Menyambut Bulan Puasa

 

(Hal-50) Ramadhan memang bulan istimewa. Keriuhan menyambutnya tak semata nampak di pesantren atau masjid, tetapi juga di rumah-rumah. Terutama pada pekan terakhir bulan Sya’ban, sebagian warga Muslim mulai berbenah.

Ada yang berbeda di rumah Nila (38). Menjelang Ramadhan ini, rumah di Komplek Timah Depok itu mendadak ramai. Kelap-kelip lampu menghiasi pagar, layaknya menyambut Hari Kemerdekaan. Beraneka kertas hias terpasang di bagian rumahnya, “Marhaban Yaa Ramadhan”.

Rabu, 23 Oktober 2024

Seratus Rupiah untuk Bangun Rumah

 

Seratus Rupiah untuk Bangun Rumah

Oleh Yenni Siswanti & Purwanti

Seratus Rupiah untuk Bangun Rumah
Seratus Rupiah untuk Bangun Rumah

 

(Hal-57) Bagi sebagian besar kita, uang Rp 100 bisa nyaris tak bernilai. Tapi, di Desa Situ Udik, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, uang seharga satu permen itu sangat berarti. Dengan Rp 100 per hari, warga bisa berharap memiliki rumah yang layak huni.

Inspirasi ini datang ketika Enduh melihat seorang nenek duduk di teras rumahnya. Enduh yang pada saat itu melintas bertanya, mengapa tidak di dalam rumah saja, karena pada saat itu hujan turun cukup deras. “Nenek itu bilang atap rumahnya bocor, jadi lebih baik nenek itu berteduh di teras,” terang Enduh.